Kunjungan Xi ke Mesir, Kairo Makin Selaras dengan AS

Kamis, 03 September 2026 | 02:37:01 WIB
Presiden Xi Jinping tiba di Kairo untuk kunjungan bilateral pertama dalam satu dekade terakhir.

SEBARIS.CO.ID — Kunjungan Xi merupakan yang pertama dalam satu dekade terakhir. Mesir, sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah dan penerima bantuan militer AS terbesar kedua, kini berupaya mengambil posisi di antara dua kekuatan besar.

Ketegangan di kawasan, termasuk perang Israel-Hamas di Gaza dan konflik AS-Israel dengan Iran yang mengganggu jalur perdagangan global, mendorong sejumlah negara sekutu Washington untuk mengevaluasi ulang hubungan strategisnya. Beberapa waktu lalu, Pakistan, Arab Saudi, dan Turki bahkan mengumumkan Pakta Pertahanan Bersama Makkah.

el-Sisi menyebut langkah mendekat ke Beijing sebagai bagian dari politik luar negeri Mesir yang "independen".

Isi Kerja Sama Ekonomi dan Militer

Pembicaraan Xi dan el-Sisi dijadwalkan fokus pada konflik regional, keamanan perdagangan maritim, serta perluasan investasi China di Mesir. Dua negara diperkirakan meneken perjanjian ekonomi yang mencakup kecerdasan buatan (AI), transportasi, dan manufaktur.

Kunjungan ini juga menandai 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Media pemerintah Mesir melaporkan Xi menyerukan "perluasan kolaborasi pragmatis", sementara el-Sisi memuji investasi China dan menegaskan dukungan Kairo atas posisi Beijing terkait Taiwan.

Kerja sama militer kian menguat. Pada Agustus lalu, Mesir dan China menggelar latihan udara bersama yang mempertemukan jet tempur China J-16 dengan pesawat Rafale buatan Prancis milik Mesir. Ini kali pertama J-16 bertugas dalam latihan tempur bersama Rafale.

Hubungan Dagang yang Terus Menguat

Hubungan kedua negara menguat signifikan sejak 2014, saat el-Sisi mengunjungi China dan kedua pihak menandatangani pakta kemitraan strategis. Kini China menjadi mitra dagang terbesar Mesir untuk produk non-petroleum.

Badan Informasi Negara Mesir (SIS) mencatat perdagangan bilateral mencapai hampir 20,7 miliar dolar AS pada akhir 2025. Data CAPMAS, badan statistik Mesir, menunjukkan ekspor Mesir ke China melonjak hampir 200 persen menjadi 840,8 juta dolar AS pada paruh pertama 2026, sementara impor tercatat 10,4 miliar dolar AS.

Pandangan Pengamat: Strategi Hedging Mesir

Mesir dengan populasi 110 juta jiwa menjadi pasar penting bagi barang dan investasi China. Yang tak kalah krusial, Mesir menguasai Terusan Suez, jalur air yang kian vital di tengah gangguan pengiriman di Selat Bab el-Mandeb dan Hormuz. Iran disebut telah menutup efektif Selat Hormuz selama enam bulan terakhir sebagai buntut serangan AS-Israel, padahal lebih dari seperlima minyak dunia sebelumnya melintas di selat itu.

"China berusaha memposisikan diri sebagai aktor ekonomi dan diplomatik yang semakin penting di lingkungan itu, khususnya sebagai penyeimbang AS, sebagai aktor regional yang lebih bertanggung jawab dan tidak banyak campur tangan," kata Rob Geist Pinfold, dosen keamanan internasional di King's College London.

Kendati demikian, Pinfold menilai hubungan yang tumbuh ini tidak berarti Mesir berpaling total dari AS. "Pendekatan el-Sisi lebih tepat dipahami sebagai diversifikasi dan otonomi strategis. Seperti yang dilakukan negara-negara Teluk, dia mencoba melakukan hedging tanpa mengasingkan sekutu terpentingnya, AS," ujarnya.

Langkah Berikutnya

Setelah sesi pembicaraan di Kairo, kedua pemimpin dijadwalkan menyaksikan penandatanganan perjanjian yang telah disepakati. Bagi Beijing, Mesir adalah pijakan penting di Timur Tengah berkat ukuran ekonominya, kendali atas Terusan Suez, serta pengaruh diplomatiknya di dunia Arab dan Afrika.

Tags

Terkini