Bank Leumi Israel Integrasikan Bitcoin Cs ke Aplikasi Pepper, 2,5 Juta Nasabah Bisa Transaksi Mulai 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:17:01 WIB
Bank Leumi berkolaborasi dengan Galaxy Digital untuk mengintegrasikan layanan perdagangan aset kripto di aplikasi Pepper dan Leumi Trade.

DKI JAKARTA — Bank terbesar di Israel, Bank Leumi, resmi menggandeng Galaxy Digital, penyedia layanan aset digital global, untuk menghadirkan fitur perdagangan kripto di dalam aplikasi investasi digital mereka, Pepper dan Leumi Trade. Integrasi ini memungkinkan nasabah mengakses aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga Solana (SOL) tanpa harus keluar dari ekosistem perbankan konvensional.

Keputusan ini diumumkan di tengah perubahan besar peta regulasi kripto di Israel. Otoritas Keuangan Israel disebut telah merombak total kerangka regulasi pasar aset digital, sebuah kondisi yang tidak tersedia saat Bank Leumi pertama kali mencoba peruntungan di industri ini.

Gagal di 2022, Kini Regulasi Jadi Pendukung Utama

Ini bukan percobaan pertama Bank Leumi. Pada Maret 2022, anak usahanya, Pepper Invest, sempat mengumumkan rencana serupa dengan menggandeng perusahaan infrastruktur kripto Paxos. Namun, proyek tersebut terhenti total setelah tidak mendapatkan izin dari Bank of Israel, bank sentral negara tersebut.

Kegagalan itu disebut-sebut menjadi pelajaran berharga. Kondisi regulasi yang ketat saat itu membuat institusi keuangan konvensional enggan mengambil risiko. Kini, setelah kerangka hukum diperbarui, Bank Leumi menilai momentumnya sudah tepat untuk masuk kembali.

Peran Galaxy Digital dan Keamanan Dana Nasabah

Dalam kolaborasi ini, Galaxy Digital tidak hanya bertindak sebagai penyedia likuiditas. Perusahaan yang dipimpin oleh Mike Novogratz itu menyiapkan dua infrastruktur utama untuk menjamin keamanan dana nasabah. Meski detail teknis tidak diungkap secara gamblang, langkah ini dirancang untuk memenuhi standar kepatuhan perbankan yang ketat di Israel.

Layanan ini ditargetkan beroperasi pada awal tahun 2027. Dengan basis nasabah ritel yang mencapai 2,5 juta orang, langkah Bank Leumi berpotensi menjadi uji nyata adopsi kripto di kalangan pengguna perbankan tradisional.

Dampak bagi Adopsi Kripto di Timur Tengah

Langkah Bank Leumi menjadi sinyal kuat bahwa institusi keuangan arus utama mulai melirik aset digital sebagai kelas aset yang patut difasilitasi. Sebelumnya, adopsi kripto di kawasan Timur Tengah lebih banyak digerakkan oleh bursa kripto dan perusahaan rintisan, bukan bank-bank besar.

Jika integrasi ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin bank-bank lain di kawasan tersebut akan mengikuti jejak serupa. Tekanan dari nasabah yang menginginkan akses mudah ke aset kripto di platform yang mereka gunakan sehari-hari menjadi faktor pendorong utama.

Bagi pasar, keputusan ini juga menunjukkan bahwa regulasi yang jelas justru membuka peluang pertumbuhan, bukan menghambat inovasi. Kasus Bank Leumi menjadi contoh bagaimana kepastian hukum mampu mengubah sikap institusi keuangan yang sebelumnya sangat konservatif terhadap aset digital. Investasi mengandung risiko.

Tags

Terkini